ย
KRIDA ART GROUP (KAG) DAN KRIDA HOME STAY (KHS) DI EROPA
Salah satu realisai kegiatan yang selama ini telah ditunjukkan oleh Krida Nusantara sebagai salah satu bentuk kontribusinya dalam kehidupan internasional, antara lain :
1.ย ย ย ย ย ย Muhibah Kesenian Krida Art Group ke Eropa
Kegiatan Muhibah Kesenian Krida Art Group ke Eropa dilaksanakan mulai tahun 2002, dengan tujuan untuk :
-
Menambah pengalaman dan wawasan peserta didik SMA Terpadu Krida Nusantara pada khususnya dan mempererat persahabatan dengan Negara-negara lain pada umumnya.
-
Membantu pemerintah dalam mempromosikan industry pariwisata Negara Indonesia.
Sebelum melaksanakan muhibah kesenian ke Eropa, Krida Art Group selalu melakukan berbagai persiapan, diantaranya :
-
Mengadakan kontak kerjasama dengan pihak Event Organizer di Belanda. Event Organizer inilah nantinya yang akan mengurus semua rangkaian kegiatan Krida Art Group selama di Eropa.
-
Menyeleksi calon peserta Krida Art Group yang meliputi :
- Kemampuan tari, music dan olah vocal
- Instrument gamelan
- Bahasa Inggris
- Kepribadian
- psikotes
ย
Berikut adalah gambaran pelaksanaan kegiatan Krida Art Group ke Eropa sejak tahun 2002 :
-
|
THN/TGL
|
ACARA DAN TEMPAT
|
PESERTA
|
JENIS TARIAN
|
|
Tahun 2002
|
|
10 Juli
|
Malam Indonesia di Gedung Meuleunat, Sluiskil Belanda
|
28 orang siswa
3 orang official
4 orang guru tetap
2 orang guru honorer
|
-
Tari Jaipongan
-
Tari Tayub
-
Tari Ngarojeng
-
Tari Merak
-
Tari Rampai Aceh
-
Tari Piring
-
Pencak Silat
-
Rampak Kendang
-
Tari Topeng Kelana
-
Angklung
|
|
11 โ 19 Juli
|
Wereldfestival Van Volklore Shoten Belgia
|
|
20 Juli
|
Malam Indonesia di pusat kota Terneuzen Belanda
|
|
21 Juli
|
Malam Indonesia di kota Tilburg Belanda
|
|
25 Juli
|
Malam Indonesia di gedung Saalbau Titus Forum, Nordwest Centrum, Frankfurt Jerman
|
|
Tahun 2003
|
|
2 โ 9 Juli
|
Wereld Folklore Izegem Belgia
|
31 orang siswa
3 orang official
Kepala SMAT KN
2 orang guru tetap
2 orang guru honorer
|
-
Tari Mambri
-
Tari Ngarojeng
-
Tari Piring
-
Tari Rampai Aceh
-
Tari Rerno
-
Tari Jejer Banyuwangi
-
Rampak Kendang
-
Tari Topeng Kelana
-
Angklung
|
|
10 Juli
|
Malam Indonesia di Scheldetheater Terneuzen Belanda
|
|
11 โ 14 Juli
|
Europaeisches Folklore Festival Bitburg โ Jerman
|
|
15 โ 20 Juli
|
Stichting International Folkloristisch Festival Schagen Belanda
|
|
Tahun 2004
|
|
30 Juni โ 4 Juli
|
International Folklore Festival โOP ROAKELDAISโ Warffum Belanda
|
38 orang siswa
3 orang official
4 orang guru tetap
1 orang karyawan tetap
2 orang guru honorer
|
-
Tari Bambu
-
Tari Giring-giring
-
Tari Jejer Banyuwangi
-
Tari Merak
-
Tari Mambri
-
Tari Rampai Aceh
-
Tari Topeng Kelana
-
Angklung
-
Rampak Kendang
|
|
7 โ 11 Juli
|
International Folklore Festival Biala Pollaska, Polandia
|
|
13 โ 18 Juli
|
International Folklore Festival Wlodawa, Polandia
|
|
Tahun 2005
|
|
16 Juli
|
Malam Indonesia di Gedung Meuleungat Sluiskil Belanda
|
38 orang siswa
3 orang official
5 orang guru tetap
1 orang guru honorer
|
-
Tari Bambu
-
Tari Giring-Giring
-
Tari Ngarojeng
-
Tari Janger
-
Tari Mambri
-
Tari Rampai Aceh
-
Tari Topeng Kelana
-
Tari Rangguk
-
Angklung
|
|
18 โ 30 Juli
|
Festival de Martigues Perancis
|
|
2 โ 7 Agustus
|
Sivo Festival Odoorn
|
|
Tahun 2006
|
|
10 โ 16 Agustus
|
Pementasan di Westerloo Belgia
|
38 orang siswa
3 orang official
3 orang guru tetap
2 orang guru honorer
|
-
Tari Merak
-
Tari Girng-Giring
-
Tari Jaipongan
-
Tari Janger
-
Tari Mambri
-
Tari Rampai Aceh
-
Tari Jejer Banyuwangi
-
Tari Benda Berpasangan
- Angklung
|
ย
2.ย ย ย ย ย ย ย ย ย Krida Home Stay (KHS)
Program Krida Home Stay (KHS) mulai digulirkan pada tahun 2005. Awalnya program ini memberikan kesempatan kepada para peserta didik kelas X dan XI, namun dalam perkembangan selanjutnya, program ini hanya diperuntukkan bagi peserta didik kelas X. waktu keberangkatan dan kepulangan bersamaan dengan program Krida Art Group (selama kurang lebih 1 bulan), mereka tinggal bersama Guest Parents di Sluiskil Belanda untuk mengikuti seluruh kegiatan yang telah dirancang oleh pihak organizer dan Krida Nusantara.
Program ini memberikan keuntungan ganda bagi peserta, diantaranya :
-
Mengenal budaya setempat
- Berkesempatan untuk mengelilingi beberapa Negara di Eropa, seperti : Belanda, Jerman, Austria, Perancis, Luxemburg, Italia, dan Belgia dengan menggunakan kereta โEURAILโ.
Program Krida Home Stay (KHS) 2005 diikuti 15 orang peserta (7 orang kelas X dan 8 orang kelas XI), sedangkan tahun 2006 diikuti 16 orang peserta. Layaknya sebagai peserta didik, mereka mengikuti program pembelajaran yang dilaksanakan setiap hari, dari pukul 08.00 โ 12.00 dengan bahasa pengantar Bahasa Inggris dan materi pembelajaran diantaranya :
- Pengenalan Bahasa Belanda
- Pengenalan budaya, meliputi : Kebiasaan, kemandirian, survival
- Sosialisasi
Pelaksanaan program Krida Home Stay member dampak yang sangat berarti dan cukup membekas dalam hati sanubari pesertanya. Betapa tidak karena melalui program tersebut, selain mendapatkan pengalaman baruyang tak ternilai harganya, wawasan dan kepercayaan mereka juga akan bertambah. Hal lain yang cukup penting yang dirasakan oleh mereka adalah menjadi lebih disiplin dengan melihat apa yang terjadi di Eropa.